Jika Kau Mau Menjadi Temanku

Seperti biasa, Pagi-pagi aku buka EfEs, dan masuk di Home. Ada new messages terlihat disana, sekaligus NEW Bulletins & NEW Birthdays. Setelah di buka ternyata isinya membuat Ekspresiku berubah (sambil nyengir dan sedikit terkejut), isinya seperti ini:

Message: Assalamu’alaikum.Wr.Wb…

Salam kenal… Apa kita pernah kenal? Apa kita pernah ketemu? Kl iya, tolong jawab dmana??? Maafkan aq kl skrng aq blm ngerasa mengenalmu.. Untuk itu, aq bertanya kepada mu… Jika kau mau menjadi teman baikku… Tolong aku untuk mengenalmu…. Mksh..

Fikirku, nih orang kok segitu amat, masak untuk menjadi teman EfEs saja harus dikasih tau macam-macam pernah kenal?, kenal dimana?, dan ujung-unjungnya “.…aku gak merasa mengenalmu…” Bah… nih orang kok sombong sekali, emangnya siapa dia (ego mulai menghasutku). Siapa pula mau berteman dengan anda, apa untungnya bagi saya, apa sih yang lebih dari dia,  perasaan sama saja dengan fren-fren yang laen.

Trus aku balik bertanya, kalo mau menjadi fren di EfEs, emang harus  menyebutkan dulu detil tentang diri, ketemunya dimana? ketemunya hari itu, bulan itu, dan di tempat itu. Tidak mungkin kan? (atau saya yang salah mencerna maksudnya) Namanya fren di FS, yang pastinya di www.friendster.com lah ketemunya, emang mau dimana lagi?

Tapi kalau “disuapi” dengan pertanyaan di atas sepertinya egoku belum menerima, Karena jawabannya simpel saja, EfEs itu  merupakan forum pertemanan yang dibuat secara global (world). Ini artinya setiap orang dimanapun berada dapat menjalin pertemanan itu sepanjang ia ” mau membuka diri menjadi komunitas tersebut ” tanpa harus bertanya dan memberikan jawaban seperti pertanyaan itu.

Apa dia belum mengerti  friendster dibuat untuk menjalin “pertemanan”  tanpa batas ruang dan waktu? kalau ditanya dimana dan kapan sapa yang bisa jawab, hayoo….!!!

Logikanya saja dengan teman-teman di daftar listnya yang mencapai 242 orang itu apakah harus ditanya seperti di  atas satu-persatu? alangkah hebatnya kita.  ;) (tapi kalau dia mungkin juga) :P .

Identitas pengirim Messages Sengaja di Hide, (demi menjaga privacy)

 

Explore posts in the same categories: Curhat, Gado-Gado, Millis, Opini

Tags:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

11 Comments on “Jika Kau Mau Menjadi Temanku”

  1. rd Limosin Says:

    ow, masih maen FS??

  2. patrush Says:

    kalo aku cuma sekitar 70% temen FS-kuh yang aku kenal langsung…

  3. qzink666 Says:

    Dia becanda kali, bro..
    Balas aja dengan candaan lagi.. Kita emang pernah ketemu di planet mars, sewaktu kita masih jadi Alien.. Kwakakak..
    Salam kenal dari wong Palembang juga.. :P

  4. Au' Says:

    FS ku jg mgkin 90% kenal tuh, jd ya wajar kl dia nanya gt. Tergantung individu deh kayaknya. FS users dk bs lah digeneralisasi semuanya..

  5. benbego Says:

    i dont link FS. Sorry! :D


  6. [...] Yah, itulah sedikit gambaran tentang fenomena FS dan sulitnya mengajak orang lain untuk blogging. Orang-orang yang mempunyai FS kebanyakan tidak mengetahui alasan mengapa dia membuat akun disana. Dia hanya berkata “Karena diajak teman” atau “Ah, cuman iseng aja, kok”, atau “Biar dianggap anak gaul”. [...]


  7. [...] bukan solidaritas yang ditunjukkan oleh anak – anak geng itu. Bukan juga solidaritas yang pakai uang. Maksud saya, solidaritas murni. Murni muncul dari [...]

  8. Lintasberita Says:

    Artikel-artikel di blog ini bagus-bagus. Coba lebih dipopulerkan lagi di Lintasberita.com akan lebih berguna buat pembaca di seluruh tanah air. Dan kami juga telah memiliki plugin untuk WordPress dengan installasi mudah. Salam!

    http://www.lintasberita.com/Lokal/Jika_Kau_Mau_Menjadi_Temanku/

  9. Y. Artino. ST Says:

    Itu akibat terlalu “keren”. Ini baru gejala yang memang timbul dan akan semakin parah dari minggu ke minggu.
    Enjoy aja lageeeeeeeeee.

  10. umc Says:

    jangan buru2 sich pak santai aja kali!

  11. umc Says:

    pak jgn buru2 sich pak biasa aja kali!


Comment: