Buat seseorang, yang katanya sih baru kenal….
Bandung…..
Dingin, angin semilir membelai rambut terjuntai membayang mata
Tetesan embun, bekas hujan sore tadi masih menjutai indah dan menyegarkan
Sederet mobil macet membuat kesal karena pejabat, terlihat di aura pengemudinya
Polisi bertongkat berlampu warna mondar-mandir di depan mata, mereka cekatan…
Seolah mendayung perahu rindu
Menu makan malam terhidang didepan mata, seperti biasa…
Senyuman pedagang, mengembang saat ku datang.
Pelanggan setia, mungkin begitu dalam hatinya
Hari ini, aku kagum dengan jiwaku.
Meski terprosok dalam lubang-lubang yang sama, selalu, dan bahkan hampir selalu….
Setiap kelembutan malam, pelukan udara Bandung, membuat lena, dan mashyuk….
Aku lalai lagi, aku terlambat bangun lagi, aku tidak sempat sarapan lagi… begitu dan begitu seterusnya.
Semalam, aku membuat sejarah.
Tak akan kulupakan, untuk sekian lama dan mungkin untuk selama-lamanya
Aku merelakan semua ”rasa maluku” untuk sebuah ungkapan….
Ya… sebuah ungkapan, yang mungkin tak akan pernah terucap oleh seorang yang lagi normal…. lalu aku ternyata mengungkapkan itu, aku tidak normal…..???
Senandung kata cinta… namun lebih dari cinta biasa…
Tags: dan Dia Lagi, Tentang Dia
You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.
Januari 9, 2009 at 7:15 pm
Buat siapa sih? kamu selingkuh ya