Indralaya – Bandung , 10 Oktober 2008

Posted November 26, 2008 by TSe Men The KID's
Categories: Artikel Ilmiah

Tags:

Jam 7 bangun tidur, kulihat kedua teman kuliah teknik mesin dulu dimana tempat aku bermalam sudah sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Saat itu aku hanya berfikir untuk bisa secepatnya menuju Bank S, untuk kemudian mengganti ATMku yang terbelokir karena keteledoranku sendiri.
Jam 8.15 WIB aku sudah berada di Bank S, langsung menuju bagian customer service. Dihadapannnya aku kemukakan semua keluhan, dan beliau membukakan blokir kartuku, dan menyuruh mencoba memasukan kembali pin aku yang lupa kemarin. Tetapi aku benar-benar lupa dengan pin itu. Akhirnya dia menyerahkan formulir baru untuk mengganti dengan kartu ATM baru. Namun sebelum itu aku diminta memberikan fotocopi KTP, tanpa diminta aku memberikan KTP asliku, dengan asumsi Bank S akan memberikan pelayanan yang sama dengan bank-bank lainnya. Yaitu dengan segera memfotokopi sendiri KTP customer (biasanya bank memiliki mesin fotocopi sendiri, tetapi di bank ini sepertinya tidak ada mesin itu) atau setidaknya menyuruh satpam disampingnya (yang terlihat berleha-leha dan termenung saja) untuk membantu memfotocopi KTP tersebut. Sehingga pelayanan lebih lancar. Tapi anehnya, saya disuruh sendiri memfotokopi KTP lebih parahnya lagi tempat memfotocopi itu jauh dari Bank, sehingga membuang waktu percuma. Busyet dah…..

Akhirnya seleseai juga mengganti kartu ATM di customer service, aku langsung menuju teller untuk ngeprint buku tabungan untuk mengetahui transaksi selama tiga bulan terakhir, di depan teller yang berjumlah dua orang itu kulihat satu yang sibuk beraktivitas, dan yang satu lagi fokus membaca majalah wanita, dan disebelahnya ada bunyi MP3 HP. Dan ketika aku memanggilnya dia seolah-olah tak mendengar, kulihat pula tidak ada nama identitasnya. Wah ini sudah tidak beres fikirku, aku mulai ragu untuk menggunakan Bank S bila melihat kinerja karyawannya seperti ini. Sembari menunggu buku di print, aku memperhatikan tata letak ruang, dan semua perlengkapan bank, tampak tidak rapi dan …. aku tidak mau berbicara lebih jauh, tapi aku berkesimpulan bahwa aku ”kecewa”.
Read the rest of this post »

Senandung Harian “Minggu”

Posted November 26, 2008 by TSe Men The KID's
Categories: Gado-Gado

Tags:

Seberapa besar kita menghargai hidup ini adalah bagaimana kita menghargai masa depan, menghargai hidup dengan mengetahui hidup ini sebenarnya untuk apa, seberapa bergunanya diri ini, untuk sendiri, saudara, dan pada akhirnya untuk orang lain. Orang mana saja, orang dengan raut muka, dan raut tanpa senyum sapa. Adalah indah dunia dengan cita-cita, dengan mimpi besar, dan imajinasi idealisme kita.

Seberapa besar kecintaan, seberapa besar impian, dan seberapa besar kemauan, adalah mutlak dilakukan. Mimpi tak pernah mati untuk memberi setiap insan, memberi arti kehidupan, menjadi terbaik, dan selalu siap dengan apapun kemampuan..

Seberapa cinta, dan keegoan tak pernah bersatu. Begitu kata teman dan sempat menghentakkan…!!! akankah sebuah mimpi ini akan datang…??? berapa waktu yang terhabiskan untuk sebuah mimpi indah. Adalah ketidaktahuan merupakan kenangan indah setiap orang, dalam menjamah, dan menterjemahkan mimpi itu.

Setiap jiwa tertekan, dan wajah-wajah ketakutan, adakalanya menuai mimpi dan akhirnya terbuai, dan mati.

Lencana-lencana mereka, adalah sumber inspirasi. Inspirasi yang teguh dan tanpa luluh dan selalu menyemai, dan benih-benih itu semoga akan tumbuh dan akhirnya berkembang menjadi sebuah mimpi yang terwujud.

Kebanggaan akan diri, perlu untuk kita sadari. Untuk diminati sebagai kemampuan menebar unsur positif kepada apapun. Tebar pesona, dan unsur-unsur cinta, tentu bukan kesalahan.

Kemampuan harusnya menjadi dasar yang nyata untuk berbuat kebaikan. Adalah tak berguna bila hanya tersenyum dan akhirnya terjebak tanpa suatu perbuatan. Memandang cermin adalah baik dan perlu adanya. Tapi bukan sebuah kehidupan Narsis yang ”mandul” tak berguna. Banyaknya masalah tentunya bukan hambatan, itulah dinamika. Cetuskanlah sebuah ide, ide romantis dan tak pernah ada dimuka bumi ini.

Sekarang, adalah saatnya untuk berbuat, bukan berteori manis.
Mulai bekerja menganalisa, mencapai mimpi yang tinggi adalah sebuah “ibadah” juga.

Hamparan ide dan masukan, akan bersemangat tentunya buat kita bersama. Segala macam tipu daya akan terkuak bila sampai waktunya. Ceritakan, ceritakan dengan indah, sesuatu yang menarik dan menghayutkan. Bicara, tentunya tak berbayar kan? Makanya liputi semua dengan satu komitmen indah, buat kita tersenyum dan katakan dengan suatu pola, kita akan membuat dunia indah dan lebih berwarna.

Tulislah sesuatu, kabarkan tentang kita, tentang mereka yang perlu dikoreksi, dan nilai rapor kita yang sama-sama ”merah” namun itu bukan segalanya………… itu hanya topeng belaka.

Cinta kita, akan berseri bila waktunya telah tiba.

Buat seseorang, yang katanya sih baru kenal….

Posted November 26, 2008 by TSe Men The KID's
Categories: Gado-Gado

Tags: ,

Bandung…..
Dingin, angin semilir membelai rambut terjuntai membayang mata

Tetesan embun, bekas hujan sore tadi masih menjutai indah dan menyegarkan
Sederet mobil macet membuat kesal karena pejabat, terlihat di aura pengemudinya
Polisi bertongkat berlampu warna mondar-mandir di depan mata, mereka cekatan…
Seolah mendayung perahu rindu

Menu makan malam terhidang didepan mata, seperti biasa…
Senyuman pedagang, mengembang saat ku datang.
Pelanggan setia,  mungkin begitu dalam hatinya

Hari ini, aku kagum dengan jiwaku.
Meski terprosok dalam lubang-lubang yang sama, selalu, dan bahkan hampir selalu….
Setiap kelembutan malam, pelukan udara Bandung, membuat lena, dan mashyuk….
Aku lalai lagi, aku terlambat bangun lagi, aku tidak sempat sarapan lagi… begitu dan begitu seterusnya.

Semalam, aku membuat sejarah.
Tak akan kulupakan, untuk sekian lama dan mungkin untuk selama-lamanya
Aku merelakan semua ”rasa maluku” untuk sebuah ungkapan….
Ya… sebuah ungkapan, yang mungkin tak akan pernah terucap oleh seorang yang lagi normal…. lalu aku ternyata mengungkapkan itu, aku tidak normal…..???

Senandung kata cinta… namun lebih dari cinta biasa…

Alex Noerdien For The Next President

Posted November 8, 2008 by TSe Men The KID's
Categories: Opini

Tags: , ,

Terlepas dari semua anggapan “Positif negatif apalagi anggapan apa-apa” maka saya berniat mengupload postingan ini:

Kemarin, 7 Nopember 2008; Sumsel punya hajatan besar: PELANTIKAN GUBERNUR PILIHAN RAKYAT PERTAMA, Setuju atau tidak itulah sebuah realita. Kita telah memiliki sepasang pemimpin baru yang akan menggulirkan roda pemerintahan 5 tahun kedepan. Banyak hal menantang buat mereka menjadi PR dan itu harapan bagi semua orang di SUMSEL, termasuk saya saat ini.

Kita boleh saja bermimpi untuk menjadi daerah “panutan” menjadi daerah “rujukan” daerah-daerah lain di Indonesia. Karena segala sesuatu berawal dari sebuah mimpi, dan pada saat ini pun saya masih bermimpi akan kebangkitan SUMSEL dimasa yang akan datang. Bukan hanya sebuah mimpi tentang eksplorasi SDA tetapi juga mimpi akan kebangkitan SDM-SDM Sumsel yang lebih dalam segala hal. Namun sepertinya mimpi ini akan berawal dari sini, dari bulan Nopember ini dan akan bergulir hingga tahun-tahun mendatang.

Alex Noerdin dan Eddy Yusuf adalah Gubernur Pertama yang berhasil dipilih langsung oleh Masyarakat SUMSEL, dan itu adalah sejarah baru bagi daerah kita. Harapan-harapan masyarakat akan datangnya seorang pemimpin “visioner, berinisiatif, berani,” sepertinya akan terwujud.  Read the rest of this post »

Barack Obama dan Fenomena Indonesia

Posted November 6, 2008 by TSe Men The KID's
Categories: Opini

Tags: , ,

Hal menarik kemengan Obama sebagai presiden adalah:
- Adanya kesadaran masyarakat yang menginginkan perubahan negara menjadi lebih baik, salah satu caranya dengan memberdayakan antara kemampuan skill dan kemampuan jiwa raga, hal ini hanya terdapat pada jiwa-jiwa muda dan energik, karena mobilisasi darah muda lebih punya ”taste” dan terobosan-terobosan baru (Bukankah begitu kata Iklan…..!!!)
- Tidak adanya pola pemimpin ”lapuk” yang masih diterapkan di Indonesia. Karena negara adalah dinamis, berubah terus dan dengan masalah yang semakin komplek. Kalau pemimpinnya saja masih menerapkan pola lama, tidak masuk akal negara yang dinamis akan diwujudkan. Bukankah begitu……???
- Secara alamiah, pemuda atau jiwa muda memiliki naluri ”berani” dan memiliki trobosan baru, dunia baru, dan yang terpenting generasi muda lebih merasakan apa dan bagaimana permasalahan yang SAAT ini terjadi. Ingat itu, PERMASALAHAN SAAT INI, BUKAN MASALAH JAMAN DOELOE….!!! Bukan masalah yang dihadapi oleh generasi-generasi yang hidup 20tahun LALU.

Kesimpulan:

- Indonesia tidak lebih baik dari USA, ini artinya kalau saja masyarakat Indonesia tidak memilih seperti figur Obama (muda, energik, punya semangat dan trobosan baru), maka dapat dipastikan negara Indonesia tidak akan berubah-berubah. Tetap saja menjadi negara ketiga dengan kebodohan pemimpin sebagai penyebabnya.
- Solusi: pilihlah calon presiden yang visioner yang memiliki elastisitas/dinamis sesuai dengan pekembangan zaman, tidak berpedoman pada kemampuan statis, apalagi hanya mengandalkan Aura ”keturunan” semata.
- Tidak memilih presiden yang akan merekrutmen masyarakat menjadi PNS lagi, minimal tidak menambah jumlah PNS, tetapi meningkatkan kualitas PNS yang sudah ada, karena pengeluaran negara untuk PNS yang ”nganggur dan Cuma bisa baca koran saja” adalah jumlah pengeluaran yang sangat besar.
- Tidak perlu memilih presiden yang sudah menjabat, pilih yang baru, muda, energik, dan minimal menjadi salah satu mantan Gubernur, kenapa ini tidak ditiru…??? bukankah Obama juga mantan seorang anggota senator, dari keluarga biasa-biasa saja, bukan dari darah keturunan ”darah biru” menurut masyarakat kita… itu sebenarnya perlu ditumbuhkan di Indonesia.

Ya… itu, hanya sebuah opini, dan tentunya bukan suatu keharusan untuk direspon, apalagi dengan respon negatif :) bukankah begitu teman….!!!

15 Ciri Lelaki Berbakat Kaya

Posted Agustus 25, 2008 by TSe Men The KID's
Categories: Opini, Tips & Trik

Tidak sulit mencari lelaki kaya. Tapi tidak mudah menemukan lelaki yang pantas Anda cintai sekaligus membuat Anda tidak akan jadi “kaum duafa”. Sebelum memutuskan menikah dengannya, lihat dulu apakah dia punya 10 dari 15 ciri ini.

1. BEBERAPA REKENING
Lihat apakah kekasih Anda punya rekning bank lebih dari satu. Ini bisa jadi indikasi dia berbakat kaya. Karena, biasanya orang yang punya rekening tabungan dua atau lebih cenderung berusaha mengatur uangnya dengan benar. Lelaki tipe ini memisahkan pos-pos pnghasilannya. Misal, satu rekening digunakan hanya untuk menerima transfer gaji dan belanja, rekening lainnya untuk tabungan.

2. SUKA MENOLONG
Tidak tepat jika orang yang suka menimbun harta, pelit, serta enggan berbagi dan memberi adalah orang yang berbakat kaya. Justru lelaki yang mudah tergerak hatinya dan gampang menolong oranglah yang pantas Anda lirik. Dia adalah tipe orang yang akan relatif mudah hidupnya. Entah bagaimana caranya, Anda berdua akan sangat jarang kesulitan uang. Dan yang terpenting, kenikmatan memberi itu memang tak ada penggantinya.

3. PUNYA CITA-CITA
Jangan harap Si Dia berbakat kaya jika hidupnya dialirkan bagai sungai, entah hendak bermuara di mana. Lelaki yang berbakat kaya selalu punya rencana besar dalam hidupnya. Ada sesuatu di masa depan yang hendak diraihnya. Untuk itu, dia akan punya rencana jangka pendek dan menengah untuk mencapai cita-citanya. Dalam bercita-cita, dia tidak takkut ada mmpi yang tampaknya mustahil. Read the rest of this post »