Jam 7 bangun tidur, kulihat kedua teman kuliah teknik mesin dulu dimana tempat aku bermalam sudah sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Saat itu aku hanya berfikir untuk bisa secepatnya menuju Bank S, untuk kemudian mengganti ATMku yang terbelokir karena keteledoranku sendiri.
Jam 8.15 WIB aku sudah berada di Bank S, langsung menuju bagian customer service. Dihadapannnya aku kemukakan semua keluhan, dan beliau membukakan blokir kartuku, dan menyuruh mencoba memasukan kembali pin aku yang lupa kemarin. Tetapi aku benar-benar lupa dengan pin itu. Akhirnya dia menyerahkan formulir baru untuk mengganti dengan kartu ATM baru. Namun sebelum itu aku diminta memberikan fotocopi KTP, tanpa diminta aku memberikan KTP asliku, dengan asumsi Bank S akan memberikan pelayanan yang sama dengan bank-bank lainnya. Yaitu dengan segera memfotokopi sendiri KTP customer (biasanya bank memiliki mesin fotocopi sendiri, tetapi di bank ini sepertinya tidak ada mesin itu) atau setidaknya menyuruh satpam disampingnya (yang terlihat berleha-leha dan termenung saja) untuk membantu memfotocopi KTP tersebut. Sehingga pelayanan lebih lancar. Tapi anehnya, saya disuruh sendiri memfotokopi KTP lebih parahnya lagi tempat memfotocopi itu jauh dari Bank, sehingga membuang waktu percuma. Busyet dah…..
Akhirnya seleseai juga mengganti kartu ATM di customer service, aku langsung menuju teller untuk ngeprint buku tabungan untuk mengetahui transaksi selama tiga bulan terakhir, di depan teller yang berjumlah dua orang itu kulihat satu yang sibuk beraktivitas, dan yang satu lagi fokus membaca majalah wanita, dan disebelahnya ada bunyi MP3 HP. Dan ketika aku memanggilnya dia seolah-olah tak mendengar, kulihat pula tidak ada nama identitasnya. Wah ini sudah tidak beres fikirku, aku mulai ragu untuk menggunakan Bank S bila melihat kinerja karyawannya seperti ini. Sembari menunggu buku di print, aku memperhatikan tata letak ruang, dan semua perlengkapan bank, tampak tidak rapi dan …. aku tidak mau berbicara lebih jauh, tapi aku berkesimpulan bahwa aku ”kecewa”.
Read the rest of this post »

Tidak sulit mencari lelaki kaya. Tapi tidak mudah menemukan lelaki yang pantas Anda cintai sekaligus membuat Anda tidak akan jadi “kaum duafa”. Sebelum memutuskan menikah dengannya, lihat dulu apakah dia punya 10 dari 15 ciri ini.




Say Hello..!!!