“Tukul” Tidak Ada Apa-Apanya

Membaca artikel-artikel di www.tukularwana.com merupakan hal yang menarik untuk di telaah apa dan siapa tukul arwana. Dari berbagai sudut pandang yang memberikan penilaian kepada seorang “master komedian Indonesia” Tukul Reynaldy Arwana atau nama kerennya “Wong Ndeso”. Saat ini tidak salah bila kita mengatakan tidak seorangpun tidak kenal dengan seorang “tukul” dengan berbagai jargon-jargon populer ala tukul yang telah mengangkat “nama-namanya” menjadi terkenal, tidak saja di Indonesia, tapi juga telah merambah ke dunia Internasional.

Namun apa yang bisa diambil dari seorang Tukul Arwana..? jawabannya banyak sekali, dan tentunya perasaan wah….dan acungan empat jempol atas keberhasilannya saat ini, yang kabar-kabarnya honor “Wong Ndeso” ini mencapai 1/2 kali honor yang diterima David Beckham.

Namun dihadapan penulis tukul bukanlah apa-apa dengan segala apa yang dia peroleh saat ini, jargon-jargon yang dibuatnya pun bukan merupakan hal yang istimewa apalagi dengan aksi talkshownya di Empat Mata. Semua komedian bisa saja dikondisikan seperti itu, dan hal-hal semacam itu kerap terjadi apalagi dalam sebuah kemasan acara yang memang sudah dipersiapkan dengan matang, oleh sutradara-sutrada ahli. Dengan berbagai skenario-skenario yang semuanya telah diatur semenarik mungkin. Bukan hal mustahil semua itu hanyalah sebuah kejutan kecil bagi seorang tukul dimata pemirsa acara tersebut. Penonton sirna hanya dengan sebuah kekocakan tukul di atas panggung. Artinya hanya sebatas itu saja… tidak ada apa-apanya bukan…??? terkadang jargon-jargon yang keluar dari “kumis lele” inipun menjadi bahasa sehari-hari kita atas kejadian yang menyerupai kejadian di empat mata. Apakah ini suatu kesenjangan bagi kita akan seorang bintang televisi, dan kita hanya menjadi pengekor saja. Tentunya hanyalah kita sendiri yang tahu jawabannya.

Artinya bila seorang tukul dengan jargon-jargon dan gaya khas seperti itu saja, bisa menjadi miliyuner, dengan penampilan alamiah seperti itu bisa menjadi terkenal dan bisa menggaet berbagai kesempatan sukses. “tukul tidak ada apa-apanya bukan”. Banyak sekali sekarang ini talkshow dan acara-acara seperti itu, dengan host juga semakin banyak dari pemula yang cantik dan ganteng-ganteng, sampai pada senior-senior dunia hiburan layaknya Farhan dan Helmi Yahya serta Presenter-Presenter lainnya. Toh mereka juga terkenal. Mereka juga pernah mendapatkan rating termahal di dunia hiburan Indonesia, jadi sekali lagi penulis berpendapat apa sih yang beda dari “Wong Ndeso” yang satu ini tidak terlalu mencolok? Apa tidak ada lagi yang lebih hebat presenter di Indonesia ini yang melebihi keahlian tukul arwana dalam melawak dan membawakan acara…? jawabannya banyak sekali. Dan tidak perlu disebutkan satu persatu dalam tulisan ini. Silakan cari sendiri.

Namun dalam opini ini seorang tukul “beda” dimata saya karena ia berasal dari “NOL”, berasal dari dasar bumi ketenaran, dan muncul secara perlahan sedikit demi sedikit dengan kristal-kristal keringat (menyunting kata-kata dalam artikel tersebut di atas). Berasal dari sebuah kemauan untuk berubah ke arah yang lebih baik, optimisme yang tinggi, dari sebuah penonjolan identitas diri yang bisa membuat perbedaan di tengah menurunnya penonjolan identitas di kalangan remaja dan generasi muda saat ini. (lebih suka meniru daripada membuat).

Seorang tukul mampu menjadikan sebuah “kealamiahan” menjadi sebuah kelebihan yang fantastis dan mendobrak sebuah kemustahilan tersebut menjadi hal yang benar-benar terjadi. Dia secara tidak langsung menjadikan dirinya sebagai guru, bukan hanya sebagai pencetus jargon-jargon sebagai Orang Dusun Yang Bodoh (Katrok, Wong Ndeso) namun ia memberikan pelajaran kepada semua pemirsa, bahwa kita manusia memiliki keahlian dibidang masing-masing untuk menjadi sukses. Tinggal kita mau berusaha keras atau tidak untuk mendapatkan apa yang kita inginkan tersebut.

Banyak hal yang telah diajarkan kepada kita untuk sebuah kesuksesan, diantaranya: Kepercayaan diri yang tinggi, optimisme, kemauan belajar dan kemauan membaca yang besar, tidak berputus asa, dan bisa menimbulkan identitas dirinya apa adanya tanpa meniru ciri khas orang lain. www.tukularwana.com

Sebagai perbandingan, kita lihat beberapa waktu yang lalu, banyak sekali bermunculan entertainer-enternainer muda bermunculan dengan berbagai latar belakang tahapan mencari ketenaran. Dengan berbagai pemilihan-pemilihan dan dukungan pemirsa pun dilibatkan. Namun ketenaran yang diperoleh dari hasil pemilihan tersebut tidak berlangsung lama, dan tidak seheboh dan segegap gempita apa yang telah dicapai oleh entertainer-entertainer yang berasal dari NOL seperti Mandra, Inul Daratista, dan Tukul itu sendiri. Menurut penulis hal ini disebabkan pengalaman, kerja keras, bakat, pergaulan, kemauan untuk terus belajar dan belajar yang belum terparti dalam jiwa mereka. Sehingga ketenaran yang instan seperti itu tak akan berlangsung lama. Sebagai contoh penulis menganalogikan entertainer muda pendatang baru itu seperti Mi Instan yang cukup dengan seduhan air panas saja bisa langsung dinikmati, akan sangat beda sekali rasanya dengan Rendang masakan Padang, begitupula ketenaran yang diperoleh oleh entertainer-entertainer muda yang pernah merambah dunia hiburan Indonesia. Dalam hal pembawaan dan bakat serta fisik yang lebih meyakinkan, namun hasilnya saat ini tidak pernah terdengar lagi geliat mereka di panggung Pertelevisian Indonesia, karena mereka belum memiliki perjalanan-perjalanan yang bisa membuat mereka benar-benar tegar diterpa goncangan dan badai persaingan.

Satu hal lagi, penonjolan identitas acara tukul yang unik (tidak mencontoh acara-acara yang sejenis di negera lain) ternyata lebih lama terasa di hati rakyat Indonesia, karena itulah cerminan yang terjadi dimasyarakat yang masih peka dengan corak acara ke Indonesiaan dengan menggabungkan host “Sang Kumis Lele” sekaligus sebagai presenter menjadikan acara ini dan sang “host” lebih terkenal. Intinya identitas dan kreatifitas suatu acara masih sangat diperlukan di masyarakat Indonesia sekarang ini.

Penulis hanya bisa menyimpulkan sedikit dari banyaknya ketenaran yang dimiliki “Tukul / Too Cool“ tidak ada apa-apanya tanpa pengalaman, kegetiran, optimisme, dan semangat ingin maju yang dimiliki semenjak merantau dan berhasil hingga saat ini.

2 comments

  1. Intinyo lagi nih : ada saatnya posisi seseorang tuh dibawah dan ada saatnya lagi diatas. Nah Tukul seakrang lg diatas via roket empat matanya, but someday kan blm tentu dia diatas teruss. Gethoo…

    Soal update and dak ngupdate –> Pls lht dong posting paling atassss..!!! Duhhh gimana seeh..!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s