Bulan: Januari 2009

Berfikir + “Bertindak” dan Berjiwa Besar #2

Percaya Kita dapat Berhasil, maka Kita pun Akan BerhasilKeberhasilan memiliki banyak arti sebagai sesuatu hal yang mengagumkan dan positif. Kesejahteraan pribadi berupa rumah yang bagus, liburan pada waktunya, mengadakan perjalanan baru, jaminan keuangan, dan kenikmatan dalam berbagi dengan orang lain. Kebebasan dari kehawatiran, rasa takut, frustasi, rasa bersalah, kegagalan dan lain sebagainya. + ”Kenikmatan dalam beribadah sesuai agama kita termasuk dalam suatu keberhasilan yang perlu diperjuangkan” Keberhasilan merupakan rasa hormat pada diri sendiri, terus mendapatkan apa yang kita inginkan dalam hidup ini, mampu melakukan hal yang banyak. Membuat orang banyak bergantung pada diri kita, berkasih sayang dan saling menghargai adalah sedikit contoh keberhasilan disamping keberhasilan-keberhasilan lainnya. Keberhasilan Bukan Angan-Angan, Tetapi Kepercayaan. Tidak ada yang gaib dan rahasia mengenai kekuatan kepercayaan. Karena kepercayaan bisa bekerja ”membangkitkan kekuatan, keterampilan, dan energi yang diperlukan untuk berhasil. Makanya ”Bila saya berfikir Bisa melakukan Sesuatu, maka (lebih…)

Iklan

Berfikir + “Bertindak” dan Berjiwa Besar #1

Tentang Buku

Bagaimana seseorang meraih keberhasilan dengan memiliki dan melaksanakan cara berfikir + “Bertindak” dan berjiwa besar. Akibat dari sikap dan cara berfikir ini adalah menimbulkan mukjizat pribadi yang pada akhirnya akan membuktikan besarnya rekening bank, besarnya tingkat kepuasan hidup, dan besarnya kebahagiaan pribadi yang  ditimbulkan oleh efek dari tindakan ini. Bila dengan berfikir dan bertindak besar, mengapa jarang orang melakukan seperti itu? Jawabannya adalah sebagai berikut:
1. Secara sadar atau tidak, ”kita adalah produk fikiran” yang dipengaruhi oleh cara berfikir sekitar kita, baik itu tindakan, cara menghadapi sesuatu, dan penilaian tentang sesuatu mengenai diri kita sendiri pun merupakan produk dari ”fikiran” tersebut. Namun kebanyakan dari cara berfikir di lingkungan kita itu selalu menarik kita kepada kondisi ”sedang-sedang saja”. Lingkungan berfikir yang kecil inilah yang selalu Mendoktrin kita dengan kata-kata dahsyat mereka : – Apapun yang akan terjadi, terjadilah, – Nasib menguasai diri kita sepenuhnya, Maka: – Lupakan semua mimpi-mimpi itu, Lupakan Rumah yang indah, – Pendidikan yang memadai, – Lupakan kehidupan yang lebih baik, – Mundur dan berbaringlah menantikan apa yang datang dengan sendirinya kepada kita. (lebih…)