Berfikir + “Bertindak” dan Berjiwa Besar #2

Percaya Kita dapat Berhasil, maka Kita pun Akan BerhasilKeberhasilan memiliki banyak arti sebagai sesuatu hal yang mengagumkan dan positif. Kesejahteraan pribadi berupa rumah yang bagus, liburan pada waktunya, mengadakan perjalanan baru, jaminan keuangan, dan kenikmatan dalam berbagi dengan orang lain. Kebebasan dari kehawatiran, rasa takut, frustasi, rasa bersalah, kegagalan dan lain sebagainya. + ”Kenikmatan dalam beribadah sesuai agama kita termasuk dalam suatu keberhasilan yang perlu diperjuangkan” Keberhasilan merupakan rasa hormat pada diri sendiri, terus mendapatkan apa yang kita inginkan dalam hidup ini, mampu melakukan hal yang banyak. Membuat orang banyak bergantung pada diri kita, berkasih sayang dan saling menghargai adalah sedikit contoh keberhasilan disamping keberhasilan-keberhasilan lainnya. Keberhasilan Bukan Angan-Angan, Tetapi Kepercayaan. Tidak ada yang gaib dan rahasia mengenai kekuatan kepercayaan. Karena kepercayaan bisa bekerja ”membangkitkan kekuatan, keterampilan, dan energi yang diperlukan untuk berhasil. Makanya ”Bila saya berfikir Bisa melakukan Sesuatu, maka saya bisa Melakukan Sesuatu itu” Bagaimana saya melakukannya ”itu akan berkembang secara otomatis Kebanyakan dari kita ”pemuda” yang baru melangkah mencari sesuatu yang baru, benar-benar tidak memiliki kepercayaan yang diperlukan untuk bisa mencapai posisi puncak. Salah satu alasannya karena belum menemukan ”anak tangga” untuk mencapai puncak tersebut. Akhirnya sikap kita menjadi ”sikap orang-orang kebanyakan” mudah Nerimo, dengan alasan seperti yang akan dibahas pada bab selanjutnya. Sedangkan sebagian kecil dari ”pemuda” itu benar-benar percaya bahwa mereka akan berhasil, mendekati setiap lini pekerjaan dengan Kepercayaan Tinggi ”Saya Akan Mencapai Puncak”. Dengan sikap ini pemuda tersebut akan terpengaruh jiwanya untuk selalu belajar dan mengamati sikap orang-orang yang sudah berhasil. Hasilnya mereka akan berhasil seperti orang-orang yang mereka amati. Titik awal dari keberhasilan ”sebagian kecil pemuda” ini adalah mereka memiliki kepercayaan akan diri mereka sendiri. Sedangkan cara untuk memperoleh keberhasilan selalu ditemui setelah kita memiliki kepercayaan diri.

Contoh Kasus: Teman SMP satu kampung dengan saya jurusan peternakan di UNPAD, materi tugas akhirnya adalah tentang yogurt. Tapi ntah mengapa dia terfikir untuk menjadi pedagang es yogurt, karena menurut dia es yogurt belum ada jualannya sekitar kampus di Jatinangor. Akhirnya dia jalani jualan es yogurt ini dengan cara keliling gang-gang, sekolah-sekolah, dan kos-kos mahasiswa. Mulanya banyak hambatan yang ditemui, namun setelah beberapa minggu ia sudah mengetahui seluk beluk bisnis ini ia mulai sedikit menguasai medan. Karena usahanya makin maju, ia mulai mengajak saudaranya dari kampung untuk ikut ke Bandung dan memulai usaha tersebut dengan modal kepercayaan bahwa berbisnis di Bandung lebih menjanjikan daripada berusaha di kampung. Setelah selama satu tahun usaha yogurt sudah 3 orang saudara seumur dengannya dibawa untuk ikut berbisnis, dia merambah usaha lain yaitu menjual pulsa dengan modal awal Rp. 300.000,- alhamdulillah usaha pulsa mereka pun berhasil, sampai saat ini ke-3 saudara yang ikut dengan teman saya itu sudah mampu kredit motor Ju***** MX keluaran terbaru dan sudah mendaptar sebagai mahasiswa di Universitas Terbuka dengan biaya sendiri. Padahal mereka datang ke Bandung dengan modal seadanya. Saat ini usaha mereka sudah bertambah jasa Laundry, dan saudara yang diajaknya bertambah dua orang disamping bisinis pulsanya yang semakin berkembang, karena mereka tidak saja menjadi Agen pulsa tetapi sudah memiliki program SERVER PULSA jadi mereka lebih mudah dalam dsitribusi produk yang mereka jual. Sedangkan penulis blog dahulu tidak memiliki kepercayaan untuk berbisnis pulsa dan akhinya Bangkrut dan Merugi (Seperti dalam postingan sebelumnya), karena belum menerapkan ”BERFIKIR, BERTINDAK DAN BERJIWA BESAR” seperti yang dilakukan teman saya ini. Dari pengalaman bangkrut ini, merupakan pelajaran bagi penulisa bahwa tindakan kita adalah produk dari apa yang kita fikirkan. Keberhasilan ini tentunya dimulai dari kepercayaan, bahwa mereka akan berhasil dalam dunia bisnis, walaupun mereka tidak terfikirkan untuk berjualan pulsa sebelumnya. Tetapi karena kepercayaan yang tinggi akhirnya mereka menemukan cara untuk berhasil. Bahkan salah satu saudara yang di ajaknya dari kampung sudah berani berkata kepada penulis ”nanti saya undang untuk main golf bersama” wah… It’s Amazing fikirku, dan saya tak kalah pula menjawabnya sambil tersenyum ”Ok…kalau begitu, mampirlah di hotel dan restoranku”. Padahal pada saat itu dia masih merintis usahanya dan saya hanyalah seorang mahasiswa yang tak punya cewek karena bokek.

Kepercayaan adalah suatu esensi yang merupakan penggerak dari belakang atas semua keberhasilan disemua lini kehidupan manusia, baik itu pebisnis, pemimpin partai politik, pendidik dan lain sebagainya. Namun, lain halnya dengan orang-orang gagal diberbagai macam karier, banyak alasan dan dalih untuk membenarkan bahwa ”dia memang pantas gagal”. Bahkan dengan sambil lalu dia bisa berkomentar seperti ”Terus terang saja, saya rasa ini tak akan berhasil, atau saya ragu bahkan sebelum saya mulai, atau sebenarnya tidak heran usaha ini tidak akan berhasil. Keraguan adalah kekuatan yang negatif. Ketika fikiran tidak percaya/ragu, fikiran itu akan memberikan alasan untuk menyokong ketidakpercayaan tersebut. Keraguan, ketidakpercayaan, adalah keinginan bawah sadar kita untuk gagal. Berfikir ragu, maka kita akan kalah Berfikir menang, maka kita akan berhasil Ada seorang penulis pemula berbicara kepada Penulis (Dr. David J Schwatrz), mengenai ambisinya dimasa depan. Dalam pembicaraan itu Dr. David mengajukan suatu nama sebagai perbandingan. Lalu dengan serta merta si pemuda menjawab bahwa tidak mungkin ia menyamai karier tuan X karena memang tuan X adalah penulis Ulung. Padahal Dr. David mengetahui bahwa tuan X bukan orang yang super, super persfektif, atau super segalanya, tetapi ia memiliki sikap super percaya itu yang membuat tuan X menjadi begitu super dimata semua orang, dia percaya bahwa dia adalah yang terbaik, maka ia bertindak sebagai yang terbaik. Kita boleh menghormati orang besar, pemimpin, belajar darinya, mengamatinya, tetapi bukan untuk dipuja, dan kita harus percaya bahwa kita sendiripun bisa melebihi orang tersebut. Kepercayaan adalah termostat yang mengatur apa yang kita capai, didalam hidup. Jika kita merasa tidak berharga, maka kita akan mendapatkan sedikit, bila kita tidak percaya melakukan kegiatan yang besar-besar, maka kita tidak akan pernah melakukan hal-hal yang besar. Bila kita percaya kita tidak penting, maka selamanya kita tidak akan menjadi orang yang penting. Sementara waktu berlalu ketidakpercayaan diri akan tergambar cara berjalan, bicara, dan bertindak. Jika termostat sudah tidak sesuai lagi, maka ia akan semakin mengerut, mengecil dan semakin mengecil dalam pandangan dirinya sendiri. Padahal ”ORANG LAIN MELIHAT DIRI KITA SEPERTI APA YANG DILIHAT DIDALAM DIRI KITA” Sekarang kita lihat orang-orang yang berhasil, mereka akan berbuat, berhadapan, bertindak, berfikir, seolah-olah mengatakan kepada setiap orang yang ditemuinya ”ini lho orang yang profesional, orang yang pentig”. Percayalah bahwa hal-hal yang besar dapat kita raih, pasang strategi kita untuk mencapai kesuksesan dengan jujur dan tulus bahwa kita bisa berhasil. Percaya pada kebesaran dan tumbuhlah dalam kebesaran. Tindakan kita ada produk dari fikiran, otak adalah pabrik fikiran, pabrik yang sibuk menghasilkan fikiran yang sangat banyak jumlahnya. Pabrik ini memiliki dua Grand Manager, yaitu GM Kemenangan dan GM Kekalahan. Masing-masing GM memiliki kekuatan yang sama. GM kemenangan akan selalu mencari alasan untuk menghasilkan alasan mengapa kita bisa berhasil, mengapa kita cakap, mengapa kita akan sukses. Sedangkan GM kekalahan akan selalu mencari alasan untuk menghasilkan alasan mengapa kita tidak dapat, mengapa kita lemah, mengapa kita tidak pantas, dan alasan-alasan negatif lainnya.

5 comments

    1. Konsisten,…..???

      Masalah yang sangat berat untuk kita lakukan, tetapi kinsisten dapat dicapai bila ada sifat menjadi petarung sejati, ngotot, dan tidak menjadi orang lain.
      setelah itu, bila gangguan terjai shg mjd tidak konsisten kembali, maka fikiran dan perjuangan harus dikembalikan pada tujuan semula. dan begitu seterusnya
      semoga dengan hal itu kita akan menjadi konsisten

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s