Bulan: Mei 2012

Memeras Ide Menghajarnya dengan Aksi

Beberapa waktu yang lalu, (sudah lupa kapan saya mulai memikirkannya saking sudah lamanya) seringkali muncul dalam benak untuk selalu setia dengan diri sendiri. Setia dengan komitmen sendiri, dan setia dengan apa yang sudah dijanjikan sendiri. Kesetiaan dengan diri sendiri adalah suatu yang berat bagi saya. mungkin juga bagi pembaca. Ketika kita dihadapkan pada problem diri sendiri, komitmen sendiri, maka tidak ada alasan untuk berbohong atau berpaling untuk tidak melakukannya.

Saya memiliki banyak sekali impian, baik untuk kepentingan diri sendiri, maupun untuk kepentingan bersama. Tanpa segan saya pernah bermimpi suatu saat saya akan menjadi seorang professional yang sukses, dan secara berbarengan menjadi seorang penulis yang sukses. (lebih…)

Donor Darah…Yuk Mari Yuk…..

29 Mei 2012 adalah pengalaman pertama melakukan donor darah. Tadinya mau ikut di kantornya istri saya di Bandung. Tapi karena kebenaran saat ini di kantor sedang dilakukan aksi donor darah, maka saya niatkan untuk mendonorkan darah di kantor saja. 🙂

GambarKarena baru pertama kali mendonorkan darah, ada sedikit keraguan dan ketakutan. Keraguan saya adalah apakah petugas PMI yang melakukan proses itu sudah cukup cakap untuk melakukan tugasnya? Apakah alat-alatnya sudah steril dan siap pakai? sedangkan ketakutan saya adalah dengan jarum suntik yang akan digunakan. Menurut saya ukuran jarum yang cukup besar, dan tentu sakit sekali kalau saja masuk menembus saluran darah lengan saya. 

Namun, karena sudah saya niatkan sejak lama, maka saya harus melakukan ini. Saya harus berani….

Wow… ternyata antusias  karywan untuk mengikuti aksi donor darah ini begitu tinggi, dan beberapa orang petugas dengan cekatan melakukan pemeriksaan darah, dan indikasi kesehatan lainnya. Dan yang lebih penting dan membunuh rasa takutku semua peralatan donor darah sekali pakai. Mulai dari pisau, suntikan, kaca untuk wadah darah dan sebagainya semua sekali pakai. Aku semakin berani…. Sipppp… I Like This….

Sudah cukup lama antri, dan akhirnya giliranku datang, tanpa rasa takut dan khawatir lagi aku ikuti perintah petugas, setelah diperiksa tensi darah, dan kata petugas aku bisa melakukan donor. Akhirnya Cusssss…. darah mengalir dari jari tengah…. darah segar meluncur deras, dengan sigap petugas menyapu dengan kaca untuk kemudian diberi cairan kimia. Tanpa banyak cincong, aku diberi kapas dengan larutan alkohol, siap menuju tempat tidur untuk di transfusi.

Sutikan pertama cukup membuatku meringis kecil, dan tanpa ba bi bu.. kulihat selang infus sudah penuh terisi dengan darahku. Tidak lebih dari lima belas menit prosesi transfusi darah selesai. Kulihat sekali lagi kantong darah, dan aku berdoa semoga orang yang memerlukan darah ini merasakan manfaatnya.

Aku lega… dan aku ingin melakukannya sebanyak mungkin. Selagi saya sehat, dan mampu untuk transfusi maka saya ingin melakukannya.

Setelah transfusi berakhir, aku diberikan bingkisan oleh perusahaan. Bingkisan yang boleh di bawa pulang, dan ternyata cukup banyak… Alhamdulillah.. Kalo rejeki kita, jangan ditolak. Tapi jangan mengharapkan bingkisan itu yang menjadi latar belakang kita mendonorkan darah kita. Tapi niatkan untuk ibadah kepada Allah SWT.

Semoga langkah kecil ini menjadi inspirasi bagi pembaca, marilah saling tolong menolong dalam kebaikan.