Bulan: Desember 2013

Investasi Jabon Untuk Tahun 2017

Jabon, dengan nama latin (Anthocephalus Cadamba) sedang dalam proses pertumbuhan (tanam tgl 20 Des 2013), lahan yang sudah diolah dengan tampilan seperti di bawah ini.

Loksi Kebun Jabon

Adapun keterangan kebun sebagai berikut:

  1. Luas lahan +/- 2,3 ha
  2. Banyak tanaman +/- 2300 batang
  3. Jadwal tanam 20 desember 2013
  4. Elevasi kebun +/- 800 m Asl (Kayu jabon cocok ditanam pada daerah dengan ketinggian 0-1000 Asl)
  5. Sistem penanaman monokultur (hanya jabon)
  6. Jenis hasil kayu jabon
  7. Jenis kayu jabon adalah jenis kayu dengan grade III, kayu dengan massa jenis ringan. Dengan kekuatan lebih 1 level dibanding sengon
  8. Estimasi perkembangan diameter  +/-  (5-10 cm/tahun.

Jabon setelah 2 mingu ditanamUpdate: Gambar di atas adalah tanaman jabon umur 2 minggu. Ditanam tanggal 23 Desember 2013, dan difoto tanggal 05 Januari 2014.

Investasi dibidang tanaman kayu, cocok untuk investasi bagi masyarakat yang tidak memiliki banyak waktu untuk berkebun, yang disebabkan oleh aktivitas lain. Secara teoritis, investasi kayu hutan memiliki daya tahan lebih kuat dibanding kayu sejenis (misal sengon). Dan tidak membutuhkan perawatan yang sangat intensif, cukup kita pupuk, semprot rumput yang tumbuh disekelilingnya dengan herbisida, ketika panen, tanaman kayu tidak membutuhkan perlakuan lebih, tidak perlu dijemur, tidak perlu di keringkan, dan bisa dijual dengan cara gelondongan, jual berdiri di batang, dan atau dengan diolah terlebih dahulu menjadi kayu pertukangan.

——————– Catatan ————–

*Artikel ini akan terus diupdate sesuai dengan kondisi tanaman jabon yang sedang saya usahakan, setelah panen nanti akan menjadi bukti mengenai proses gagal/berhasilnya investasi Jabon.

Iklan

Membaca Barton Chart Untuk Mengetahui Differensial Pressure & Pressure Upstream

Kemarin ada yang bertanya mengenai cara membaca barton chart, yang sering digunakan untuk mengukur flow fluida dengan alat orifice. Sehubungan waktu pertanyaan ditanyakan dan saya belum menjawab karena ada tamu yang datang, maka akan saya jawab melalui tulisan ini. Siapa tahu ada yang menanyakan hal yang sama dengan pertanyaan orang itu.

Dp Mak 23 Psi P static Max 500 Psi

Di dalam chart barton ada komponen seperti:

  • Range alat (Range yang terdapat di alat barton) *Gambarnya di bawah ini*
  • Range Chart (Range yang terdapat di kertas barton) *Gambarnya di bawah ini*
  • Satuan dari chart itu sendiri (yang sedang dipakai satuannya Psi)

Contoh Soal:

Contoh Pembacaan BartonPembacaan barton chart yang digunakan  untuk mengetahui differensial pressure (Dp) dengan satuan yang diinginkan adalah dalam Ksc. Informasi yang diketahui: Range (Dp) alat  23, dan range chart 100 (satuan dalam Psi). Pada saat chart dibaca, hasil pembacaan menunjukkan garis di angka 60.

Maka nilai Dp : (Pembacaan Chart * Range Alat/Range Chart) / (Konversi Psi ke Ksc), maka nilai Dp = ((60*23/100)/14.22) = 0,97 Ksc

Untuk pressure upstream, (Pu) memiliki cara pembacaan yang sama. Contoh:

Pembacaan barton chart yang digunakan  untuk mengetahui Pressure Upstream (Pu) dengan satuan yang diinginkan adalah dalam Ksc. Informasi yang diketahui: Range alat (Static Pressure) 500, dan range chart 100 (satuan dalam Psi). Pada saat chart dibaca, hasil pembacaan menunjukkan garis di angka 20.

Maka nilai Pu : (Pembacaan Chart * Range Alat/Range Chart) / (Konversi Psi ke Ksc), maka nilai Pu = ((20*500/100)/14.22) = 7,03 Ksc

Semoga dengan jawaban ini pertanyaannya terjawab dengan baik.

Pengukuran Differensial pressure dan Presure Upstream digunakan sebagai salah satu dari parameter untuk menghitung seberapa besar total flow dari fluida (gas, uap, air brine) yang dihasilkan.

Contoh pengukuran (Dp & Pu) dalam bidang panas bumi, hasil flow yang diperoleh dari hasil perhitungan akan menggambarkan berapa besar energi listrik yang dibangkitkan setelah dibagi dengan total uap hasil desain untuk membangkitkan 1 MW listrik. Misalnya, dengan total uap hasil perhitungan menunjukkan angka 110 ton/jam, dari hasil desain jumlah kebutuhan uap untuk membangkitkan 1MW listrik adalah 8 ton/jam. Maka nilai 110 ton/jam : 8 ton/jam = 13,75 Mw

Untuk lebih jelasnya, akan saya berikan contoh perhitungan dengan menggunakan file excel. Ditunggu saja pada postingan berikutnya… 🙂

Pembelajaran Awal Desember 2013

Pertemuan di lapangan di awal bulan Desember 2013 ini membuat suatu kesimpulan sederhana, bahwa sebenarnya sikap dan prilaku seseorang mengikuti apa yang difikirkannya. Fikiran dipengaruhi oleh opini orang lain, dan opini liar akan membuat tindakan dan pendapat menjadi tidak terkendali. Seseorang dengan mudah menerima perkataan orang lain, mengeluarkan pendapat tersebut dengan penuh keyakinan, bahwa apa yang dia dengar, dia rasakan, itu adalah kebenaran. Padahal info yang diperoleh tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Akibatnya semua akan di nilai sesuai dengan pemikiran itu..

Tak perduli dengan pandangan narasumber, tidak diindahkan efek dari perkataan tersebut, apakah perkataan itu akan membungkam mereka sendiri, tampaknya semua menjadi abu-abu, dan akhirnya menjadi salah atau benar dengan hasil pemikiran yang sepihak.

Ahh….. ternyata…. tua nya usia tidak menjadi suatu patokan, pertemuan demi pertemuan tidak menjadi pelajaran, tetap saja ingin menjadi diri sendiri, merasa benar sendiri, merasa paling hebat sendiri, dan akhirnya akan menepuk dada…. sayalah yang paling berjasa…. tanpa saya… semua tidak bisa berjalan dengan baik….

Skill bukan segala-segalanya… tanpa etika dan kemauan untuk memahami dan difahami, skill akan menjadi tubuh tanpa roh…. akan bergerak liar semaunya sendiri… tanpa diikuti bayang-bayang toleransi, dan tanpa adanya pandangan dari sisi orang lain…..

Semoga besok mentari bersinar dan aku tetap bisa menatapnya kembali, dan bayangan alam tetap memayungi perjalananku… ketika keinginan untuk berbuat baik masih terus membara, harapan itu akan tetap ada di dada… sejauh itu pula langkahku tak akan berhenti..