Hari: Februari 16, 2014

Sederhana Tapi Mendunia, Setelah Itu Dimatikan Saja

Fenomena Flappy Bird

Fenomena Flappy Bird

“Flappy Bird” Begitulah nama game yang saat ini sedang menjadi pembahasan dunia maya. Sebuah kejadian yang menurut para pecinta game “burung terbang” penuh dengan kejutan. Betapa tidak, sebuah game sederhana yang konon katanya  dibuat hanya dalam waktu dua hingga tiga hari (oleh Dong Nguyen dari Vietnam) bisa menghasilkan pendapatan Rp. 600.000.000,- dalam satu hari.

Wow…. suatu pendapatan yang sangat besar. Tentu sebuah kejutan dilihat dari pencapaian penghasilan untuk sebuah game ringan yang dibuat oleh seorang saja.

Lebih terkejutnya lagi, ketika game tersebut sedang jaya-jayanya, sang pencipta (Dong Nguyen) serta merta mengumumkan akan meghapus game tersebut dari pasaran “iTunes App Store dan Google Play”.

Mungkin sebagian besar orang di dunia akan menyayangkan penghapusan game tersebut di pasaran. Karena posisi game tersebut sedang berada di puncak kesuksesannya, apalagi didukung oleh banyaknya iklan yang mampu memenuhi pundi-pundi uang pemilik game tersebut.

Namun ternyata fakta berbeda, bertikut kutipan peryataan Don Nguyen yang saya peroleh dari beberapa portal berita:

“Saya minta maaf, pengguna Flappy Bird, 22 jam dari sekarang, saya akan mencabut Flappy Bird,” bunyi pengumuman Dong melalui akun Twitter miliknya, Sabtu (9/2/2014).

“Flappy Bird didesain untuk dimainkan selama beberapa menit pada saat Anda sedang berelaksasi,” kata Nguyen.

“Namun, game ini (Flappy Bird) akhirnya menjadi produk adiktif. Saya rasa hal tersebut telah menjadi masalah. Untuk menyelesaikan masalah itu, hal terbaik adalah menarik Flappy Bird. Game ini telah hilang selamanya.”

Pemuda asal Vietnam itu juga menjelaskan bahwa rasa bersalah membuat banyak pengguna ketagihan game tersebut yang membuatnya mantap mengambil keputusan.

Sebelumnya, Nguyen sempat menyebut popularitas yang didapatkan game ini telah merusak “hidupnya yang sederhana”.

“Saya tidak merasa ini (keputusan penarikan) sebagai suatu kesalahan. Saya telah memikirkannya matang-matang,” ungkap Nguyen.

Ok… Stop disini saja. (lebih…)

Iklan