mechanical engineering

Membaca Barton Chart Untuk Mengetahui Differensial Pressure & Pressure Upstream

Kemarin ada yang bertanya mengenai cara membaca barton chart, yang sering digunakan untuk mengukur flow fluida dengan alat orifice. Sehubungan waktu pertanyaan ditanyakan dan saya belum menjawab karena ada tamu yang datang, maka akan saya jawab melalui tulisan ini. Siapa tahu ada yang menanyakan hal yang sama dengan pertanyaan orang itu.

Dp Mak 23 Psi P static Max 500 Psi

Di dalam chart barton ada komponen seperti:

  • Range alat (Range yang terdapat di alat barton) *Gambarnya di bawah ini*
  • Range Chart (Range yang terdapat di kertas barton) *Gambarnya di bawah ini*
  • Satuan dari chart itu sendiri (yang sedang dipakai satuannya Psi)

Contoh Soal:

Contoh Pembacaan BartonPembacaan barton chart yang digunakan  untuk mengetahui differensial pressure (Dp) dengan satuan yang diinginkan adalah dalam Ksc. Informasi yang diketahui: Range (Dp) alat  23, dan range chart 100 (satuan dalam Psi). Pada saat chart dibaca, hasil pembacaan menunjukkan garis di angka 60.

Maka nilai Dp : (Pembacaan Chart * Range Alat/Range Chart) / (Konversi Psi ke Ksc), maka nilai Dp = ((60*23/100)/14.22) = 0,97 Ksc

Untuk pressure upstream, (Pu) memiliki cara pembacaan yang sama. Contoh:

Pembacaan barton chart yang digunakan  untuk mengetahui Pressure Upstream (Pu) dengan satuan yang diinginkan adalah dalam Ksc. Informasi yang diketahui: Range alat (Static Pressure) 500, dan range chart 100 (satuan dalam Psi). Pada saat chart dibaca, hasil pembacaan menunjukkan garis di angka 20.

Maka nilai Pu : (Pembacaan Chart * Range Alat/Range Chart) / (Konversi Psi ke Ksc), maka nilai Pu = ((20*500/100)/14.22) = 7,03 Ksc

Semoga dengan jawaban ini pertanyaannya terjawab dengan baik.

Pengukuran Differensial pressure dan Presure Upstream digunakan sebagai salah satu dari parameter untuk menghitung seberapa besar total flow dari fluida (gas, uap, air brine) yang dihasilkan.

Contoh pengukuran (Dp & Pu) dalam bidang panas bumi, hasil flow yang diperoleh dari hasil perhitungan akan menggambarkan berapa besar energi listrik yang dibangkitkan setelah dibagi dengan total uap hasil desain untuk membangkitkan 1 MW listrik. Misalnya, dengan total uap hasil perhitungan menunjukkan angka 110 ton/jam, dari hasil desain jumlah kebutuhan uap untuk membangkitkan 1MW listrik adalah 8 ton/jam. Maka nilai 110 ton/jam : 8 ton/jam = 13,75 Mw

Untuk lebih jelasnya, akan saya berikan contoh perhitungan dengan menggunakan file excel. Ditunggu saja pada postingan berikutnya… 🙂

Iklan

Paduan Alumunium Untuk Pipa Pengeboran Panas Bumi 1

1. PENDAHULUAN

Tujuan dari artikel  ini adalah untuk menentukan peluang penggunaan logam paduan  aluminium (ADP) sebagai pipa pemboran  di lingkungan pengeboran panas bumi.

Saat ini teknologi bidang pemboran sedang melakukan ujicoba untuk membor sumur lebih dalam, lebih cepat, dan mampu mengurangi biaya. Tujuannya adalah  untuk menjadikan energi panas bumi menjadi lebih ekonomis dan mampu bersaing.

Paduan logam alumunium yang digunakan sebagai pipa pemboran kadang-kadang disebut sebagai  pipa pemboran aluminium ringan yang sudah digunakan di rusia selama bertahun-tahun. Logam ini memiliki keuntungan antara lain:

  1. Memungkinkan pipa pemboran dengan diameter casing yang lebih besar dan dinding yang lebih tebal akan meningkatkan aliran fluida di annulus (karena area annulus menjadi lebih sempit)
  2. Mengurangi “pressure loss” dari dalam pipa pemboran, sehingga pompa yang dibutuhkan dengan spesifikasi lebih rendah, namun hasil yang diperoleh sama
  3. Mengurangi beban derrick dan beban per panjang pipa dibanding  pipa baja
  4. Meningkatkan gaya apung dalam cairan pemboran, sehingga rig yang digunakan lebih kecil atau menghasilkan penekanan yang lebih dalam dengan kondisi rig yang digunakan saat ini
  5. Mengurangi sejumlah tegangan beberapa parameter desain pemboran

Skope materi yang akan dipelajari melalui artikel  ini adalah:

  1. Batasan temperatur
  2. Beban kritis tekukan (buckling load)
  3. Kekuatan material
  4. Kandungan kimia fluida panas bumi
  5. Kehilangan tekanan fluida pemboran dan hidrolik
  6. Perbandingan beban
  7. Peralatan  sambungan
  8. Analisa keekonomian (lebih…)